• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website Resmi RA.Jendela Ilmu Ngabul. Terima Kasih atas kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


RA. JENDELA ILMU NGABUL

NPSN : 69958118

Jl.Bunton Raya Dk. Jokosari RT.03/05 Desa Ngabul Tahunan Jepara


jendelailmu.jepara@gmail.com

TLP : 085225316887


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 118305
Pengunjung : 57854
Hari ini : 5
Hits hari ini : 56
Member Online : 0
IP : 216.73.216.217
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

PROGRAM EDUKASI RA. JENDELA ILMU NGABUL




Karakter seorang anak dibangun melalui apa yang didengarkan, apa yang dilihat dan apa yang dirasakan. Pendengaran dan penglihatan adalah pintu masuk pelajaran sebelum masuk menempa hati nuraninya. Melalui seluruh indera yang manusia miliki inilah, akan muncul pembelajaran yang kuat terkait dengan apa-apa yang diterima oleh indera. Perlu diketahui bahwa anak itu bersifat meniru dan melakukan apa yang dilihat dan dilakukan terutama oleh orangtua, keluarga dan lingkungan sekitarnya.


Oleh karenanya RA. Jendela Ilmu Ngabul  menyelenggarakan program-program EDUKASI  pembelajaran dalam konteks menyiapkan generasi yang bermanfaat sebagai berikut :



  1. Belajar SHALAT

  2. Belajar MANASIK HAJI

  3. Hafalan Surat Pendek

  4. Membaca ASMAUL HUSNA

  5. Membaca AL Qur’an

  6. Hafalan DOA HARIAN

  7. One Man One Day One Coin (SEDEKAH Rp. 100 setiap hari )

  8. COOKING Month (Masak bulanan)

  9. INTREPREUNERSHIP (Kewirausahaan)

  10. Out bond SPORT

  11. Pengenalan CALISTUNG

  12. ENGLISH kids

  13. Belajar BASA JAWA

  14. DRUMBAND


 



  1. Belajar Shalat


Umur 7 tahun sudah disuruh mengerjakan sholat. Rusulullah sudah mengatakan : “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat bila sudah berumur 7 tahun dan pukullah (marahilah) bila dia tidak mengerjakan sholat kalau sudah berumur 10 tahun.”


 



  1. Manasik Haji


. Seluruh aspek psikologi anak akan tersentuh, karena praktek manasik tersebut dilakukan dengan aktivitas fisik anak dengan secara urut dan teratur , aktivitas kognitif anak terstimulasi (terangsang) dalam bentuk mendengarkan, menghafal dan mengerti doa-doa serta urutannya,, berlatih untuk mematuhi aturan - aturan yang diinformasikan guru, berlatih untuk memenuhi harapan orang lain dengan bertingkah-laku tertib dan berlatih tanggung-jawab, berlatih bersikap sosial yang akan memacu sosialisasi anak.


 



  1. Hafalan Surat Pendek


Menjadikan anak-anak dapat belajar Al-Quran dan hafalan surat pendek mulai semenjak kecil itu, adalah kewajiban orang tuanya masing-masing. Berdosalah orang tua yang mempunyai anak-anak, tetapi anak-anaknya tidak pandai membaca Al-Quran.


 



  1. Membaca Asmaul Husna


Dzikir asmaul husna merupakan salah satu amalan paling mulia yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis berikut ini: Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW. bersabda, ”Sesungguhnya Allah swt memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa nan menghitungnya maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhori)


 



  1. Membaca dan Belajar Qur’an


Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)


 



  1. Hafalan doa harian


Membiasakan diri melatih anak mengucapkan do’a / lafadz-lafadz bacaan sholat seperti yang dilakukan oleh Hambali kepada anaknya merupakan langkah awal untuk menanamkan rasa cinta terhadap Allah SWT bagi anak, juga merupakan salah satu cara untuk membentuk tauhid bagi anak usia dini.


Menanamkan tauhid kepada anak sebenarnya bisa dimulai sejak usia 0-2 tahun. Untuk menanamkan tauhid pada masa ini, rasululah telah memberikan contoh mengumandangkan adzan ke telinga cucunya Hasan yang baru lahir.


 



  1. One Man One Day One Coin (Sedekah Rp. 100 setiap hari )


Gemar bersedekah ini harus ditumbuhkan pada anak-anak kita sejak dini, sehingga akan berdampak bagi perkembangan mentalnya setelah dewasa nanti. Apalagi jika sikap tersebut dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan, tentu akan menjadikannya lebih bermakna. Karena hanya dengan keikhlasanlah segala amal akan diterima Allah SWT.


 



  1. Cooking Month (Masak bulanan)


Menurut Arleen Amidjaja dalam bukunya Fun and Mind Stimulating Things To Do with Your Kids (2 - 6 years), memasak penting bagi anak karena memberi kesempatan untuk berkonsentrasi, melatih konsep-konsep matematika (saat menakar sesuatu), berkarya, bereksperimen, dan berbagi (ketika ia membagi-bagikan hasil masakannya).


 



  1. Entrepreneurship (Kewirausahaan)


Berwirausaha bukan hanya dunianya orang dewasa, tetapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Bedanya, berwirausaha pada anak-anak tidak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang  dewasa, orangtua maupun guru. Anak-anak yang mengenal dunia wirausaha sejak dini, akan mendapatkan manfaat yang besar untuk bekal masa depan kelak. Pada tahapan usia dini, anak-anak yang belajar menumbuhkan pembelajaran wirausaha akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif.


Pembelajaran kewirausahaan pada diri anak tidak serta merta ada, akan tetapi memerlukan latihan secara bertahap.


 



  1. Out bond Sport



Anak-anak akan mengenal segala macam pelajaran sosial yang sangat berharga melalui olahraga. Menjadi bagian dari kelompok dan belajar untuk melakukan yang terbaik bagi tim secara keseluruhan adalah salah satu manfaat yang paling berharga dari olahraga bagi anak.


Olahraga mengajarkan anak untuk tidak mudah menyerah walau menghadapi cidera, kekecewaan, dan kekalahan. Mereka belajar untuk mengatasi kekalahan dengan tenang dan bekerja lebih giat lagi untuk kepentingan putaran berikutnya dengan penuh ketekunan.


 


 



  1. Pengenalan Calistung


Pendidikan sepanjang hayat mengindikasikan bahwasanya menuntut ilmu pengetahuan harus diupayakan salah satunya adalah melalui kegiatan belajar atau learning activity. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang cenderung lebih mengembangkan budaya lisan atau dengar dibandingkan dengan budaya tulis, sekali pun budaya tulis sebenarnya telah lama dikenal dan digunakan.


 Rendahnya minat atau kebiasaan membaca masyarakat Indonesia berkaitan dengan konteks budaya, tingkat kesejahteraan sosial masyarakat, kondisi pendidikan formal, atau yang berkaitan dengan peranan keluarga dan masyarakat yang belum sepenuhnya mampu menumbuh-kembangkan minat atau kebiasaan membaca masyarakat.


 



  1. English Kids


Mempelajari Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua perlu dipelajari sejak usia dini sebelum individu memasuki masa pubertas. Apabila telah mencapai masa pubertas akan banyak kendala yang dihadapi sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal, terutama dalam menguasai pronunciation atau lafal mengucapkan bahasa asing tersebut. Menurut Lenneberg, seorang individu mempunyai masa penting (periode sensitif) untuk dapat dengan mudah dan cepat menguasai Bahasa, yang disebut dengan “critical period” pada saat  individu tersebut belum memasuki masa pubertas.


 



  1. Belajar Bahasa Jawa


Mengajarkan dan menanamkan nilai sopan santun pada anak usia dini dengan berlandaskan nilai budaya lokal, salah satunya dapat melalui pengenalan dan pendidikan unggah-ungguh bahasa Jawa. Masa usia dini tersebut merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan



  1. DRUMBAND


Saat anak-anak memainkan drum band mereka akan melakukan penghayatan nilai-nilai musikal yang membuatnya menjadi lebih berbudaya dan berkecerdasan. Mulai dari kelompok kecil (sectional) seperti kelompok snare, alto, bas maupun colour guard hingga ke kelompok yang lebih besar (corps). Mereka dituntut untuk melakukan praktek team building serta melakukan aktivitas verbal dan non-verbal.


Selama bermain drum band anak akan berlatih komunikasi sosial, bekerja dalam kelompok serta mempunyai harga diri sebagai anggota kelompok. Dalam kegiatan drum band anak akan dikenalkan dengan disiplin, berlatih mengendalikan diri, konsentrasi dan tanggung jawab sebagai anggota tim. (jendela ilmu news)


SEMOGA BERMANFAAT, MEMBANGUN GENERASI SEHAT CERDAS BERAKHLAQ, SEMOGA ALLAH SWT MERINDHOI



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas